S.K. Trimurti, Pernah Bekerja di Keluarga Kudonarpodo

Rekan seperjuangannya biasa memanggil perempuan kelahiran Boyolali ini dengan “Zus Tri”. “Zus”, sebutan bagi pejuang perempuan, di samping “bung” bagi kaum laki-laki. Penjara bukanlah tempat yang asing, karena zus Tri telah menghuninya semenjak tahun 1936. Tiga zaman tak pernah dilewatinya tanpa mendekam dalam bui: masa kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, dan masa revolusi. Beberapa kali bertaruh dengan nyawa, sampai-sampai ia tak lagi takut mati. Zus Tri terlanjur percaya, soal hidup mati Tuhan penentunya. SK Trimurti wafat pada tanggal 20 Mei 2008 di Jakarta, sembilan hari setelah usianya genap 96 tahun, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Baca kisah selengkapnya disini.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?



Leave a Comment